Tampilkan postingan dengan label berbagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berbagi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Agustus 2011

cerita ramadhanku

banner ramadhan di depan lapak tempat saya mencari sesuap nasi


sebelumnya saya ingin mengucapkan alhamdulilah, karena atas kemurahan-Nya tahun ini saya masih diberi ijin untuk bertemu dengan dengan bulan yang bagian awalnya membawa keberkahan, bagian tengahnya membawa ampunan dan bagian akhirnya menjauhkan diri kita dari api neraka dalam keadaan sehat walafiat, saya berdoa semoga anda juga mengalami hal yang sama.

tak lupa saya mengucapkan selamat berpuasa, semoga selepas bulan istimewa ini - dengan ijin dan taufiq Allah - kita menjadi pribadi yang istimewa pula, amin.

bagi saya, setidaknya dalam tiga edisi terakhir, ramadhan benar-benar meninggalkan pengalaman yang sangat berharga, menempa diri saya baik secara individual maupun komunal.

dimulai di tahun 2009, di pertengahan tahun itu saya memberanikan diri untuk melamar gadis pujaan hati untuk berkolaborasi membina keluarga sakinah, mawadah dan warohmah. alhamdulilah lamaran saya diterima dan kami menikah satu minggu setelah ramadhan.

lalu ujian muncul ketika saya menyadari bahwa kemampuan ekonomi saya ternyata tidak sebesar semangat saya untuk menikah, agak telat sebenarnya, tapi apa mau dikata, sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang. dan alhamdulilah atas ijin-Nya, setelah memeras keringat, pontang-panting mencari tambahan kesana-kemari, akhirnya uang untuk membiayai pernikahan terkumpul juga, tepat beberapa hari menjelang idul fitri.

namun ujian tidak berhenti sampai disitu. kali ini ujiannya adalah bagaimana menyelaraskan keinginan keluarga saya dan keinginan keluarga istri saya, karena saya datang dari keluarga madura dan istri saya orang jawa yang masih memegang teguh adat istiadat jawa, ada perbedaan dalam prosesi pernikahan, ya... budaya kami memang berbeda. tapi sekali lagi ramadhan memang bulan yang penuh rahmat. semua masalah bisa terselesaikan dengan baik atas rahmat-Nya. meskipun saya harus riwa-riwi jember-malang-jombang untuk menyelaraskan keinginan keluarga saya dan keluarga istri. tapi semua berakhir bahagia, lega sekali rasanya.

ada satu cerita unik pada ramadhan tahun tersebut, beberapa minggu sebelum akad nikah, istri saya memenangkan sebuah kuis paket pernikahan yang diselenggarakan sebuah majalah terkenal, dan hadiahnya berupa paket seserahan/peningset kata orang jawa. lucunya istri saya mengikuti kuis itu hanya iseng, karena sedang menunggu giliran istirahat di kantornya, dan ternyata dia menang, alhamdulilah.

paket seserahan itu lalu diserahkan kepada saya, seolah-olah itu dari saya. sampai sekarangpun hanya saya dan istri saya yang mengetahuinya, keluarga kami sama-sama tidak tahu hehehe...jadi uang jatah seserahan bisa saya hemat untuk membeli mahar.

ramadhan 1431 H/2010, satu tahun kami menikah, tapi buah hati yang dinanti tak kunjung tiba. banyak orang mengatakan kepada saya, masih satu tahun, tidak usah buru-buru santai saja. tapi saya berpikir apa bedanya satu tahun dengan sepuluh tahun. toh kami sama-sama menunggu.

selama hampir 6 bulan saya dan istri mencoba berobat, baik secara medis maupun alternatif tapi semuanya nihil. bahkan dokter menyarankan istri saya untuk operasi, karena lapisan sel telur istri saya terlalu tebal sehingga sel telur tidak dapat melepaskan diri, ketika saya menanyakan pada dokter apa ada alternatif lain, dokternya mengatakan tidak ada.
saya meminta waktu untuk berpikir pada dokter yang menangani kami, karena saya tahu mental istri saya sedang tidak bagus kala itu, selain itu tidak ada jaminan istri saya bisa hamil setelah dilakukan operasi, membuat hati saya ragu untuk melanjutkan usaha kami.

ketika ramadhan datang, saya dan istri sepakat untuk istirahat sejenak, berkonsentrasi ibadah, mencoba pasrah kepada Allah, berharap berkah ramadhan.

alhamdulilah dua bulan setelah ramadhan, istri saya hamil. betapa senangnya hati kami. saya sangat percaya kehamilan istri saya adalah berkah ramadhan.

dan ramadhan tahun ini, akan jadi ramadhan terindah dalam peran baru saya sebagai seorang kepala keluarga. insyaallah di minggu terakhir ramadhan ini, istri saya akan melahirkan putra pertama kami. lahirnyapun menurut perkiraan dokter insyaallah hanya berjarak beberapa hari dengan hari ulang tahun saya, subhanallah.

saya jadi teringat wejangan pak imam, uztad di kampung saya di pinggiran kota jember tempat saya belajar mengaji waktu jaman SD dulu, beliau sering berpesan agar kita selalu berdoa pada Allah, karena Allah itu Maha Pemurah, Dia pasti mengabulkan doa hambanya, kalau belum dikabulkan saat itu juga, bisa jadi Allah mengabulkan di lain waktu dengan yang lebih baik atau bisa juga sebagai pencegah bencana yang akan menimpa kita. wallahu a'lam bisshowab

semoga kita termasuk orang-orang yang bersabar.

ini cerita ramadhanku, kalau kamu ?

Senin, 25 Juli 2011

obrolan di hari anak

anak-anak panti asuhan di desa gentong, singosari, pinggiran malang
siang kemarin saya melakukan tindakan korupsi, tapi korupsinya tidak merugikan negara. 100% tidak merugikan, saya jamin. tindakan korupsi yang saya lakukan kemarin korbannya adalah istri saya sendiri. hehehe...karena itulah minggu depan saya berjanji  untuk mengganti waktu keluarga yang telah saya korupsi siang kemarin, insyaallah.

biasanya setiap jam istirahat siang saya selalu menyempatkan diri untuk pulang ke rumah, menyegarkan otak dan badan sambil menikmati masakan istri saya tercinta. namun karena ekskalasi pekerjaan yang meninggi, siang kemarin saya memutuskan untuk segera menyelesaikan pekerjaan saya terlebih dahulu, dengan resiko saya tidak bisa menikmati jatah istirahat seperti biasa.

ketika sedang asyik bekerja, seorang teman, namanya aldi, karena asli malang kami sering menyapanya dengan sam(mas) aldi, memulai pembicaraan kecil siang itu.dengan gaya meledak-ledaknya yang khas, sam aldi berkata kalau sekarang dia selalu ingin buru-buru pulang, karena putri semata wayangnya yang baru berusia satu tahunan sudah bisa berjalan, meski dengan langkah yang masih belum sempurna. 
sam aldi bercerita putrinya sekarang semangat sekali berjalan, hampir setiap sudut rumah dijelajahinya sambil menggendong boneka kucing kesayangannya.
duh..., mendengar cerita sam aldi saya jadi ikut merasa bahagia, 
pasti senang sekali setiap pulang ke rumah ada seorang malaikat kecil yang menyambutnya dengan tingkah polah yang menggemaskan hati. sam aldi pernah berkata, setiap detik perkembangan putrinya selalu membuat hatinya berbunga-bunga, ada saja tingkahnya yang membuatnya selalu rindu untuk pulang ke rumah, bermain dan bercanda dengan putri tersayang. 
satu lagi cita-cita mulia sam aldi, dia ingin mendidik putrinya tersebut menjadi seorang dokter dan seorang penghafal al quran, subhanallah.

lain sam aldi, lain pula cak ndarto. rekan saya yang satu ini kalau bercerita cenderung kalem, seperti orang jawa timur bagian barat kebanyakan, meskipun kebahagian jelas terpancar dari wajahnya ketika menceritakan dua buah hatinya yang selalu menemani hari-harinya. 

pernah suatu saat cak ndarto harus bekerja sampai dini hari, hanya karena dia ingin fokus memberikan rasa kasih sayang dan perhatian pada putri dan putranya. meskipun pekerjaan kantor kadang sulit untuk diajak berkompromi, tapi bagi cak ndarto buah hatinya adalah yang utama, karena itu dia dengan sabar menunggu sampai dua buah hatinya tertidur pulas baru kemudian mengerjakan tugas kantor. benar-benar ayah yang bijaksana.

dari ceritanya kemarin pula saya bisa menangkap kalau cak ndarto berusaha menanamkan nilai agama sejak dini. putrinya telah diajarkan cak ndarto memakai jilbab, menjaga kehormatan dan memegang tinggi nilai syariah, jelas sekali kalau orang tuanya adalah ahli ibadah.

dari cerita dua orang rekan tersebut saya bisa merasakan, betapa beruntungnya menjadi anak-anak sam aldi dan cak ndarto. alhamdulilah mereka memiliki orang tua yang sangat mengasihi dan menyayangi mereka.
tidak hanya membesarkan mereka tapi juga mendidiknya menjadi anak yang sholeh dan sholehah.

kalau saya sendiri, karena anak saya masih ada di dalam kandungan istri saya, untuk saat ini saya hanya bisa berdoa, semoga kelak dia lahir sehat, normal dan sempurna lahir batin. selain itu saya juga berdoa, semoga saya dan istri saya bisa menjadi orang tua yang baik, mampu membentuknya menjadi generasi yang kuat, mendidiknya menjadi anak yang sholeh agar kelak menjadi ladang amal yang tidak terputus bagi kami orang tuanya.

semoga saya bisa

selamat hari anak, mari kita bentuk anak kita menjadi generasi yang kuat.

baarakallah

Selasa, 12 Oktober 2010

spesialnya bulan oktober

kue tart dan buku nikah saya - malang - 02102010
Oktober memang bulan spesial, setidaknya untuk saya dan menteri keuangan saya (baca : istri). Spesial karena setiap bulan oktober kami akan selalu memperingati hari pernikahan kami. Semoga sampai maut memisahkan kami dapat memperingatinya bersama.

Satu lagi yang membuat oktober kali ini terasa spesial, menteri keuangan saya bilang bulan ini ada banyak pengeluaran tak terduga yang membuat jatah belanja berkurang, konsekuensinya kami harus mengencangkan ikat pinggang (baca : ngirit). Jadi saya tidak boleh menuntut kalau di meja makan cuma ada sayur, tahu tempe atau paling banter satu minggu sekali ada telor ceplok. Tidak masalah pikir saya, justru karena masih ada telor membuat bulan ini spesial, bukankah nasi goreng, martabak atau stmj menjadi spesial karena ditambah telor?Kalau tidak percaya coba anda mampir ke lapak-lapak penjual nasi goreng, martabak atau stmj.

Satu lagi, kalau tidak percaya telor bisa membuat spesial, coba perhatikan waria-waria yang ada dengan seksama. Kalau anda jeli, sebutan yang lebih tepat untuk waria adalah wanita spesial, kenapa?, karena mereka pakai “telor”.

Hehehe...saya cuma bercanda, tidak usah dihiraukan karena memang tidak lucu.

Kembali ke soal spesialnya bulan Oktober untuk saya.

Bulan Oktober tahun lalu hati saya berbunga-bunga karena saya telah resmi menjadi suami dari gadis pujaan hati saya (baca: menteri keuangan saya) dan saya harap gadis pujaan hati saya itu juga menjadikan saya sebagai pujaan hatinya, maklum secara tampang dan uang, saya tidak ada bagus-bagusnya sama sekali untuk dijadikan pujaan hati, saya tidak merendah, ini kenyataan.

Bulan Oktober tahun ini hati saya masih tetap berbunga-bunga, bahkan seandainya bunga di hati saya bisa dipanen maka hasil panennya bisa digunakan untuk menghias seluruh acara resepsi pernikahan yang banyak digelar di bulan Oktober karena bertepatan dengan tanggal keramat menurut beberapa orang, 10-10-10.

Hehehe…saya berlebihan jadi sekali lagi tidak usah dihiraukan.

Saya memang selalu berusaha menjaga hati ini untuk tetap berbunga-bunga, karena saya dan menteri keuangan saya sedang menantikan turunnya izin dari Allah untuk mempercayakan kami sebuah amanah keturunan yang sangat kami rindukan kehadirannya. Jadi seandainya, dan semoga izin dari Allah itu turun bulan ini bunga-bunga itu tentu akan bertambah banyak jumlahnya, mungkin seluruh orang yang saya jumpai dan saya kenal akan saya bagikan bunga itu gratis. Seandainya izinNya belum turun bulan ini setidaknya jumlah bunganya masih cukup untuk menghias acara resepsi pernikahan dan membuat hati saya selalu ikhlas dan lapang agar kami tidak pernah lelah untuk berdoa dan berusaha.

Tahun pertama pernikahan memang tidak mudah, tapi saya dan menteri keuangan saya sangat menikmatinya. 

Karena ketidakmudahan itu selalu membuat kami selalu bersyukur dan awas dalam hidup ini.

Sekelangkong.